<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sulhan Setiawan&#039;s Shop</title>
	<atom:link href="http://shop.sulhansetiawan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shop.sulhansetiawan.com</link>
	<description>serve you the best</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 14:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TB-7S-8L &#8211; Minimum System AT89S52 dengan 4 Digit 7 Segment 8 Tombol dan 8 LED</title>
		<link>http://shop.sulhansetiawan.com/tb-7s-8l</link>
		<comments>http://shop.sulhansetiawan.com/tb-7s-8l#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 13:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minimum System]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Development Board]]></category>
		<category><![CDATA[LED]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrokontroler]]></category>
		<category><![CDATA[Seven Segment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shop.sulhansetiawan.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Minimum System AT89S52 dilengkapi dengan 4 digit 7 segment, 8 buah tombol, 8 buah LED, soket eeprom 24Cxx serta header ISP. Sangat mudah untuk digunakan sebagai training board maupun sistem kontrol yang membutuhkan display 7 segment.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minimum system AT89S52 dengan fitur sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>4 digit seven segment</li>
<li>8 buah LED</li>
<li>8 buat tombol</li>
<li>Soket untuk eeprom AT24Cxx</li>
<li>Header ISP</li>
<li>Kristal 22,1184MHz</li>
</ul>
<p>Dengan Header untuk ISP menjadikan minimum system ini sangat mudah untuk digunakan dalam berbagai sistem berbasis mikrokontroler.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 203px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/TB-7S-8L.jpg"><img class="  " title="Minimum System AT89S52 dengan 4 Digit7 Segment dan 8 Buah LED" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/TB-7S-8L.jpg" alt="Minimum System AT89S52 dengan 4 Digit7 Segment dan 8 Buah LED" width="193" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">TB-7S-8L</p></div>
<p>Minimum sistem ini juga sangat cocok untuk digunakan sebagai training board.</p>
<p>Contoh program jam digital dapat diambil <a title="Program Jam Digital" href="http://resource.sulhansetiawan.com/microsource/JamDigital-TB-7S-8L.7z">di sini</a>.</p>
<h3>Harga</h3>
<p>Rp. 150.000,-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shop.sulhansetiawan.com/tb-7s-8l/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MXLED8X32 &#8211; Modul Matriks LED 8 Baris 32 Kolom</title>
		<link>http://shop.sulhansetiawan.com/mxled8x32</link>
		<comments>http://shop.sulhansetiawan.com/mxled8x32#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 08:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Matriks LED]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrokontroler]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Development Board]]></category>
		<category><![CDATA[Moving Sign]]></category>
		<category><![CDATA[Running Text]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shop.sulhansetiawan.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Modul Matriks LED berukuran 8 baris x 32 kolom yang sangat cocok untuk universal display. Menggunakan mikrokontroler AT89S52 dengan kristal 22,1184 MHz]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="display: none;">Modul Matriks LED 8 x 32 Hanya Rp.350.000,- </span>Modul Matriks LED ini sangat cocok untuk digunakan sebagai media latihan pemrograman matriks LED, atau sering juga disebut dot matrix LED, running text, atau ada pula yang menyebutnya moving sign.</p>
<p><span style="display: none;">Modul Running Text 8 x 32 Hanya Rp.350.000,- </span>Modul ini menggunakan mikrokontroler AT89S52 yang bisa diprogram secara serial (ISP).</p>
<p><span style="display: none;">Modul Moving Sign 8 x 32 Hanya Rp.350.000,- </span>Kristal yang digunakan untuk modul matriks LED ini adalah 22,1184 MHz sehingga sangat cocok jika dikembangkan untuk berkomunikasi secara serial.</p>
<p><span style="display: none;">Modul Dot Matrix LED 8 x 32 Hanya Rp.350.000,- </span>Port yang digunakan untuk mengendalikan matriks LED adalah:</p>
<ul>
<li>P0 (P0.0 &#8211; P0.7): Untuk pengendalian baris</li>
<li>P2 (P2.0 &#8211; P2.7): Untuk pengendalian kolom</li>
<li>P1 (P1.0 &#8211; P1.3): Untuk pengendalian blok kolom</li>
</ul>
<p><span style="display: none;">Modul LED Matrix 8 x 32 Hanya Rp.350.000,- </span>32 kolom dibagi menjadi 4 blok kolom. Setiap blok kolom terdiri dari 8 kolom. LED yang menyala adalah LED pada baris yang aktif, kolom yang aktif, dan blok kolom yang aktif. Penjelasan mengenai teknik pengandalian matriks LED seperti ini bisa dilihat pada <a href="http://www.sulhansetiawan.com/tag/led-matrix">artikel-artikel mengenai matriks LED pada link ini</a>.</p>
<p><span style="display: none;">Modul Matrix LED AT89S52 Hanya Rp.350.000,- </span>Port yang tidak digunakan adalah P1.4 hingga P1.7 dan seluruh Port 3. Port 3 adalah port yang memiliki fungsi khusus seperti komunikasi serial, interupsi external, counter, dan pengaksesan RAM external. Dengan demikian, modul ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai rangkaian universal display, karena semua port-port penting sama sekali tidak digunakan untuk pengendalian matriks.</p>
<p><span style="display: none;">Modul LED Matrix AT89S52 Hanya Rp.350.000,- </span>Papan PCB pada modul ini menyediakan ruang kosong yang terdiri dari lubang-lubang bor dengan jarak 100 mil, yaitu jarak antar pin-pin sebuah IC. Dengan demikian bisa ditambahkan komponen-komponen tambahan tanpa perlu menambahkan PCB lagi.</p>
<p>Contoh program dalam bahasa assembly menggunakan format M51 untuk menampilkan running text seperti animasi berikut dapat diambil <a href="http://resource.sulhansetiawan.com/microsource/MXLED8X32-RunningText.M51.7z">di sini</a>.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: center"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="494" height="178" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="menu" value="false" /><param name="quality" value="medium" /><param name="scale" value="exactfit" /><param name="src" value="http://resource.sulhansetiawan.com/swf/MXLED-2.swf" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="494" height="178" src="http://resource.sulhansetiawan.com/swf/MXLED-2.swf" menu="false" scale="exactfit" quality="medium"></embed></object></p>
<p>Source tersebut harus dikompilasi menggunakan Microcontroller Project. Jika Anda belum memilikinya, Anda bisa download <a href="http://www.sulhansetiawan.com/microcontroller-project#download">di sini</a>.</p>
<h3>Harga</h3>
<p>Rp.350.000,- (belum termasuk ongkos kirim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shop.sulhansetiawan.com/mxled8x32/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Pemasangan KeyMot SS</title>
		<link>http://shop.sulhansetiawan.com/cara-pemasangan-keymot-ss</link>
		<comments>http://shop.sulhansetiawan.com/cara-pemasangan-keymot-ss#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 04:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaman Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor Sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sandbox.sulhansetiawan.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kabel-kabel
KeyMot tipe SS memiliki 6 kabel yang di tandai seperti gambar berikut:
Dari kiri ke kanan, hubungan kabel-kabel tersebut adalah sebagai berikut:

NO Relay. Ini adalah kabel relay yang dalam keadaan tidak aktif terputus dari mana pun, tetapi dalam keadaan aktif akan terhubung ke CM.
CM Relay. Ini adalah kabel relay yang dalam keadaan tidak aktif akan terhubung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kabel-kabel</h3>
<p><a href="http://shop.sulhansetiawan.com/keymot-ss-pengaman-sepeda-motor-dengan-sensor-sentuh">KeyMot tipe SS</a> memiliki 6 kabel yang di tandai seperti gambar berikut:</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 207px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/kabelkeymotss.jpg"><img title="Tanda Kabel-kabel KeyMot SS" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/kabelkeymotss.jpg" alt="Tanda Kabel-kabel KeyMot SS" width="197" height="117" /></a><p class="wp-caption-text">Tanda Kabel-kabel KeyMot SS</p></div>
<p>Dari kiri ke kanan, hubungan kabel-kabel tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>NO Relay. Ini adalah kabel relay yang dalam keadaan tidak aktif terputus dari mana pun, tetapi dalam keadaan aktif akan terhubung ke CM.</li>
<li>CM Relay. Ini adalah kabel relay yang dalam keadaan tidak aktif akan terhubung dengan NC tetapi dalam keadaan aktif akan terhubung ke NO.</li>
<li>NC Relay. Ini adalah kabel relay yang dalam keadaan tidak aktif terhubung ke CM, tetapi dalam keadaan aktif akan terputus dari manapun.</li>
<li>Sensor. Untuk mengaktifkan relay, yaitu dengan menyentuh kabel ini dan menyentuh chasis secara bersamaan.</li>
<li>Positif. Catu daya positif untuk rangkaian KeyMot.</li>
<li>Ground. Untuk dihubungkan dengan chasis sepeda motor.</li>
</ol>
<h3>Cara Pemasangan</h3>
<p>Jika Anda belum mengetahui perbedaan antara kunci pada sepeda motor dengan CDI AD dan CDI DC, serta bagimana untuk menentukan kabel-kabelnya, maka sebaiknya Anda melihat <a href="http://shop.sulhansetiawan.com/kunci-sepeda-motor-cdi-ac-dan-cdi-dc">Kunci Sepeda Motor CDI AC dan CDI DC</a></p>
<h4>CDI AC</h4>
<p>Pemasangan pada sepeda motor dengan CDI AC dilakukan dengan menggunakan pasangan relay CM dan NC dari KeyMot untuk memparalel titik C dan D. Sedangkan kabel positif dihubungkan ke titik B.</p>
<div id="pasang-ac" class="wp-caption aligncenter" style="width: 396px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-ac.jpg"><img class=" " title="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI AC" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-ac.jpg" alt="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI AC" width="386" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI AC</p></div>
<h4>CDI DC</h4>
<p>Pemasangan pada sepeda motor dengan CDI DC dilakukan dengan memutus kabel kelistrikan motor dari titik B. Titik B dihubungkan ke kabel positif dan kabel NO dari KeyMot. Kemudian kelistrikan motor dihubungkan ke kabel CM dari KeyMot.</p>
<div id="pasang-dc-1" class="wp-caption aligncenter" style="width: 305px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-dc.jpg"><img class=" " title="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (1)" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-dc.jpg" alt="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (1)" width="295" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (1)</p></div>
<p>Pemasangan dengan cara di atas akan menyebabkan kelistrikan motor terputus saat relay KeyMot belum aktif. Dengan demikian, lampu netral juga akan padam sebelum sensor disentuh.</p>
<p>Jika Anda ingin lampu netral tetap menyala walaupun sensor belum disentuh, Anda bisa menggunakan cara kedua, yaitu dengan memutus kabel positif CDI, kemudian menggunakan relay KeyMot untuk memutus/menyambung kabel positif CDI.</p>
<div id="pasang-dc-2" class="wp-caption aligncenter" style="width: 374px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-dc-b.jpg"><img title="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (2)" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/pasang-ss-dc-b.jpg" alt="Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (2)" width="364" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Pemasangan pada Sepeda Motor dengan CDI DC (2)</p></div>
<h3>Penempatan Sensor</h3>
<p>Sensor bisa ditempatkan dimana saja, dengan catatan sensor tidak boleh terhubung dengan chasis. Anda boleh mengikatkan ujung kabel sensor dengan salah satu batu yang ada pada sepeda motor, yang baut tersebut tidak menempel ke chasis, tetapi hanya menempel pada plastik.</p>
<p>Pilihlah lokasi yang cukup tersembunyi, tidak terlalu dekat dengan chasis, dan terlindung dari air hujan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shop.sulhansetiawan.com/cara-pemasangan-keymot-ss/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Sepeda Motor CDI AC dan CDI DC</title>
		<link>http://shop.sulhansetiawan.com/kunci-sepeda-motor-cdi-ac-dan-cdi-dc</link>
		<comments>http://shop.sulhansetiawan.com/kunci-sepeda-motor-cdi-ac-dan-cdi-dc#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 15:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaman Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sandbox.sulhansetiawan.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Tipe Sepeda Motor
Dalam hal bagaimana kunci sepeda motor bekerja, hanya ada dua tipe yaitu berdasarkan jenis CDI yang digunakan. CDI AC dan CDI DC. Perbedaan dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut:
CDI AC
Sepeda motor yang menggunakan CDI AC pada kuncinya terdapat dua buah saklar yang bekerja secara berkebalikan. Saklar pertama adalah NO (Normally Opened) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Tipe Sepeda Motor</h3>
<p>Dalam hal bagaimana kunci sepeda motor bekerja, hanya ada dua tipe yaitu berdasarkan jenis CDI yang digunakan. CDI AC dan CDI DC. Perbedaan dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<h4>CDI AC</h4>
<p>Sepeda motor yang menggunakan CDI AC pada kuncinya terdapat dua buah saklar yang bekerja secara berkebalikan. Saklar pertama adalah NO (Normally Opened) dan saklar kedua adalah NC (Normally Closed).</p>
<p>NO yaitu saklar yang akan terhubung justru saat kunci sepeda motor berada pada keadaan OFF. Sedangkan NC adalah saklar yang akan terhubung saat kunci sepeda motor pada keadaan ON.</p>
<p>Pada CDI AC, ada sebuah kabel yang jika terhubung ke chasis, maka CDI menjadi nonaktif. Dengan demikian, sepeda motor tidak bisa dihidupkan. Oleh karena itu, Sepeda motor dengan CDI AC menggunakan saklar NC untuk menghubungkan kabel pengendali CDI ini ke chasis. Pada saat kunci OFF, saklar ini akan menghubungkan pengendali CDI ke chasis, sehingga sepeda motor tidak bisa dihidupkan. Pada saat kunci OFF, saklar ini justru terputus, dengan demikian CDI bisa bekerja, dan sepeda motor bisa dihidupkan.</p>
<p>Saklar NO digunakan untuk memutus dan menyambung kelistrikan sepeda motor dengan Aki. Pada saat kunci OFF, Aki terputus dari kelistrikan. Sedangkan pada saat ON, Aki disambungkan ke kelistrikan.</p>
<p>Ciri-ciri sepeda motor dengan CDI AC adalah bahwa kabel pada kunci lebih dari dua buah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 275px"><a href="http://resource.sulhansetiawan.com/img/KunciAC.jpg"><img class=" " title="A &amp; B adalah pasangan NO. C &amp; D adalah pasangan NC" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/KunciAC.jpg" alt="Titik-titik pada kunci sepeda motor dengan CDI AC" width="265" height="390" /></a><p class="wp-caption-text">A &amp; B adalah pasangan NO. C &amp; D adalah pasangan NC</p></div>
<h5>Mengetahui Titik A, B, C, dan D</h5>
<p>Pertama, putar kunci pada posisi OFF. Gunakan Voltmeter dengan probe negatif dihubungkan ke chasis. Kemudian probe positif dicoba pada ke empat titik pada kunci. Hanya ada satu titik yang memiliki tegangan 12V pada saat kunci OFF. Nah, titik tersebut adalah titik A. Kemudian putar kunci ke posisi ON dan cari titik lain yang juga memiliki tegangan 12V. Titik tersebut adalah titik B.</p>
<p>Jika Anda tidak memiliki Voltmeter, Anda dapat menggunakan lampu 12V untuk menguji tegangan. Sambungkan salah satu elektroda lampu ke chasis, dan gunakan elektroda lainnya untuk mencari titik A dan titik B.</p>
<p>Jika hanya ada empat buah kabel, maka dua titik lainnya adalah titik C dan D. Sedangkan jika lebih dari empat kabel, maka carilah pasangan yang jika kunci OFF terhubung dan jika kunci ON terputus.</p>
<h4>CDI DC</h4>
<p>Pengendalian CDI DC berbeda dengan CDI AC. Pada CDI DC, CDI akan aktif jika mendapatkan catudaya dari aki. Oleh karena itu, pada sepeda motor dengan CDI DC tidak membutuhkan saklar NO dan NC, melainkan cukup saklar NO saja. Jika Aki diputus dari kelistrikan sepeda motor, maka secara otomatis sepeda motor tidak bisa dihidupkan.</p>
<p>Ciri-ciri sepeda motor dengan CDI DC adalah bahwa kabel pada kuci hanya dua buah.</p>
<p>Kedua kabel tersebut kita namai sebagai titik A dan titik B yang cara mencarinya seperti pada kunci CDI AC.</p>
<h3>Membuat Kunci Ganda</h3>
<p>Dengan mengetahui karakteristik masing-masing tipe, kita bisa membuat kunci pengaman ganda untuk masing-masing tipe sebagai berikut:</p>
<h4>CDI AC</h4>
<p>Untuk membuat saklar ganda pada sepeda motor dengan CDI AC, maka yang perlu kita lakukan adalah menambahkan saklar secara paralel untuk titik C dan D. Jadi, walaupun kunci sepeda motor sudah diputar ke posisi ON, yaitu membuka hubungan antara titik C dan D, akan tetapi jika saklar ganda masih tertutup, maka sepeda motor tetap tidak bisa dihidupkan.</p>
<h4>CDI DC</h4>
<p>Untuk membuat saklar ganda pada sepeda motor dengan CDI DC, maka yang perlu kita lakukan adalah membuat saklar tambahan untuk diseri dengan kunci motor. Putuslah kabel dari titik B yang menuju kelistrikan sepeda motor. Kemudian tambahkan sebuah saklar untuk menghubungkan kabel yang diputus tersebut. Dengan demikian, walaupun kunci sepeda motor telah diputar ke posisi ON, jika saklar tambahan tersebut masih terbuka, maka sepeda motor tetap tidak bisa dihidupkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shop.sulhansetiawan.com/kunci-sepeda-motor-cdi-ac-dan-cdi-dc/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KeyMot SS &#8211; Pengaman Sepeda Motor dengan Sensor Sentuh</title>
		<link>http://shop.sulhansetiawan.com/keymot-ss-pengaman-sepeda-motor-dengan-sensor-sentuh</link>
		<comments>http://shop.sulhansetiawan.com/keymot-ss-pengaman-sepeda-motor-dengan-sensor-sentuh#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 13:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaman Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor Sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shop.sulhansetiawan.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Pengaman sepeda motor dengan menggandakan kunci yang diaktifkan dengan cara disentuh. Tempatkan sensor pada posisi yang hanya Anda yang mengetahui posisinya. Dengan demikian Hanya Anda yang bisa menghidupkan sepeda motor Anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="display: none;">Pengaman Motor Murah, Hanya Rp.44.500,-</span>Banyak sekali teknik yang bisa digunakan untuk pengamanan sepeda motor. Salah satunya adalah dengan teknik sensor sentuh.<span style="display: none;">Pengaman Motor Termurah, Hanya Rp.44.500,-</span> Setelah kunci diputar ke posisi ON, maka motor tetap tidak bisa dihidupkan sebelum sensor yang letaknya tersembunyi di sentuh. Kelebihan dari pengaman model ini dibanding dengan saklar rahasia biasa adalah bahwa secara otomatis pengamanan akan aktif begitu kunci diputar ke posisi OFF.</p>
<p><span style="display: none;">Pengaman Motor Paling Murah, Hanya Rp.44.500,-</span>KeyMot SS adalah sebuah pengaman sepeda motor yang menerapkan teknik sensor sentuh. Rangkaian KeyMot SS sangat hemat listrik dan hanya menggunakan listrik saat kunci pada posisi ON. Dengan demikian, KeyMot SS tidak akan menyebabkan aki tekor. Bahkan KeyMot SS tetap bisa bekerja dengan baik walaupun aki sepeda motor soak atau tidak mempunyai aki.</p>
<p><span style="display: none;">Pengaman Sepeda Motor Termurah, Hanya Rp.44.500,-</span>Jika aki motor dalam keadaan soak, maka Anda harus melakukan starter menggunakan kick starter sambil menyentuh sensor. Dengan demikian, saat sepeda motor distarter, KeyMot SS akan mengambil listrik yang dihasilkan oleh motor saat distarter untuk mengaktifkan relay di dalam rangkaian KeyMot SS. Setelah sepeda motor hidup, Anda bisa melepaskan tangan Anda dari sensor.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 419px"><img title="KeyMot SS" src="http://resource.sulhansetiawan.com/img/keymot-ss.jpg" alt="KeyMot SS" width="409" height="307" /><p class="wp-caption-text">KeyMot SS</p></div>
<p><span style="display: none;">Pengaman Sepeda Motor Paling Murah, Hanya Rp.44.500,-</span>KeyMot SS hanya memiliki enam buah kabel, sehingga pemasangannya menjadi sangat mudah. Tidak perlu keahlian khusus untuk bisa memasangnya.</p>
<p><span style="display: none;">Pengaman Motor Sensor Sentuh Murah, Hanya Rp.44.500,-</span>Cara pemasangan bisa dilihat pada <a title="Cara Pemasangan KeyMot SS" href="http://shop.sulhansetiawan.com/cara-pemasangan-keymot-ss">Cara Pemasangan KeyMot SS</a>.</p>
<h3>Harga</h3>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<th>Jumlah</th>
<th>Harga satuan</th>
</tr>
<tr>
<td>1-2</td>
<td>Rp. 60.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td>3-9 (kelipatan 3)</td>
<td>Rp. 54.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td>10-90 (kelipatan 10)</td>
<td>Rp. 49.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td>100+ (kelipatan 100)</td>
<td>Rp. 44.500,-</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="display: none;">Pengaman Sepeda Motor Sensor Sentuh Paling Murah, Hanya Rp.44.500,-</span></p>
<p>NB) Harga tidak termasuk ongkos kirim. Pengiriman dilakukan melalui POS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shop.sulhansetiawan.com/keymot-ss-pengaman-sepeda-motor-dengan-sensor-sentuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

